
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Apebskid (Afiliasi Pengajar-Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni dan Desain) Jawa Timur gelar webinar #3 bertemakan “Tembang Jawa dan Pembelajarannya” secara daring dan disiarkan melalui YouTube, pada Kamis, 27 Februari 2024.
Kegiatan ini diisi tiga pakar pemrakarsai, Afendy Widayat, guru besar ilmu kajian filsafat Jawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY); Asri Sundari, penggagas sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (UNEJ), dan Susi Darihastining, dosen Universitas PGRI Jombang. Kegiatan ini dihadiri 87 peserta berbagai kalangan.
Bawakan materi “Pembelajaran Membaca Titi Laras Tembang”, Afendy ajarkan metode Sense of Ngeng (SONG) dalam menembang. Membaca notasi (titilaras) menjadi salah satu cara belajar menembang, nada masing-masing titilaras atau rangkaiannya itulah yang disebut Ngeng.

www.unesa.ac.id
Tembang Jawa mendasarkan nadanya dari ngeng gamelan yakni slendro dan pelog. Afendy menyebut rasa pada titilaras sebagai sense of ngeng. Metode SONG digunakan untuk menangkap ngeng hingga dimiliki (kasalira bahkan mbalung sugsum).
Lebih lanjut, Asri Sunandari bawakan tajuk “Makna dan Nilai-Nilai Tembang-Tembang Jawa sebagai Bentuk Representasi Bahasa dan Budaya”. Ia paparkan lirik tembang dalam wayang sebagai sebuah kajian botani sastra.
Botani sastra dalam karawitan berupa karya-karya sastra karawitan yang memuat aspek botani dengan ajaran hidup diekspresikan menggunakan tumbuh-tumbuhan.
Sementara itu, Susi Darihastining paparkan bagaimana melestarikan tembang Jawa melalui aplikasi dan kenalkan “Aplikasi E-PUB pada Tembang-Tembang Jawa sebagai Bentuk Pemertahanan Budaya di Era Digital”.
Adanya perubahan masyarakat dalam era revolusi digital menuntut urgensi inovasi dan pengayaan seni serta industri kreatif SosHumSenDikBud, serta penguatan peran Indonesia di Tingkat regional dan global.

www.unesa.ac.id
Kegiatan ini disambut Ketua Apebskid Komisariat Jatim, sekaligus dosen FBS UNESA, Much. Khoiri. Ia berharap webinar ini dapat menyediakan wadah bagi pakar tembang Jawa, menjadi sayap baru dalam naungan Apebskid.
Khoiri sampaikan bahwasanya webinar yang dipayungi Apebskid akan digelar secara berkelanjutan, sebagaimana pada webinar #4 periode selanjutnya yang diwacanakan Maret akan membahas mengenai Kepengarangan Perempuan.
Sependapat dengan itu, Ketua Umum Apebskid, Hadirman menekankan, webinar ini diharapkan tidak sekadar sebagai ajang berseminar semata, melainkan diskusi intens yang melahirkan kemunculan gagasan dan keinginan berbagi ilmu untuk mengembangkan berbagai inovasi dengan Apebskid sebagai lembaga yang menaunginya.
Martadi, Wakil Rektor 1 Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, sekaligus Pembina komisariat Apebskid Jatim berharap webinar ini dapat menjadi wadah yang memfasilitasi berdialektika, bertukar informasi, serta menjadi ruang aktualisasi, dan implementasi bidang keilmuan masing-masing dalam merealisasikan solusi dari problematika sosial berupa inovasi.[*]
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Streaming: youtube.com/live/5CFe3GmQVjA?feature=shared
Dokumentasi: Tim Humas Unesa
Share It On: